Adik Pacarku True Story Eps.11

 



Adikku tersenyum tipis mendengar perkataaanku, bibirnya sungguh indah menggoda bila sedang menyungging senyum seperti itu, tubuhnya masih terkulai lemas didekapan ku.
Tiba-tiba aku teringat luapan emosi adikku tadi, rasa bersalah pun muncul dalam diriku, betapa kasihannya adikku, dia adalah anak rumahan yg jarang main keluar rumah, kecuali ada ajakkan dari temannya yg lain. Aku membayangkan dia terkurung dirumah, tanpa aktivitas, stress menunggu panggilan kerja yg tak kunjung tiba, ditambah harus memendam hasrat yg bergejolak dari dalam nafsu birahinya.

Aku sangat mengerti perasaannya, dulu aku pernah mengalaminya, namun saat itu Hana selalu ada untukku, selalu ada untuk menghiburku dengan desahan nafasnya, dia menenangkanku dengan kedua buah dada melonnya, & dia membuatku nyaman dgn servis handjob serta blowjobnya. Dia selalu ada untukku saat itu.

Tapi saat dia mengalami hal yg pernah aku rasakan, dan dia membutuhkan seseorang yg bisa menguatkan sambil mengurangi kejenuhan hari-harinya, aku tak pernah ada disampingnya. Baru aku menyadari betapa egoisnya diriku, dan sungguh, saat itu aku merasa kesibukan baruku dikantor bukanlah alasan ataupun pembenaran untuk meninggalkannya.

Saat ini tubuh telanjang Hana telah kembali kedalam dekapan ku, saat-saat yg sudah sangat aku rindukan ini tak akan aku sia-siakan, Adikku malam ini aku yang akan menghibur mu.
Aku letakkan kedua tangan adikku dileher belakangku, lalu perlahan aku angkat kedua pahanya, adikku menggelayut dalam gendongan ku, aku rebahkan tubuhnya dikursi santai dibalkon hotel. 

Semilir sejuknya udara malam kota Bandung menambah suasana romantis malam ini, adikku rebah tapi tangannya meraik kaosku sehingga bajuku terbuka bersamaan saat tubuhnya rebah total dikursi santai. “Celananya dong mas” adikku berbicara dgn suara agak serak mendesah, wajahnya seperti orang kebanyakan tidur, sayu namun penuh dgn aura sensualitas yg menggoda. 

Akupun membuka celana jeans, boxer, serta cd ku sekaligus, penisku yg sedari tadi menegang kita nampak tegak menantang, senyum tipis tersungging lagi diwajah adikku ketika dia melihat batang penisku. Kini kami berdua telanjang bulat di balkon.

Suara klakson & deru kendaraan yg berlalu lalang, tak mengganggu niat kami untuk saling melepas rindu. Nafas adikku mulai teratur setelah orgasmenya tadi, tapi tubuhnya masih mengkilat, peluh pada tubuhnya memantulkan cahaya-cahaya lampu dari kota, aku hanya bisa terpesona memandang pesona sensual dari tubuh adikku ini, sebelum dia menarik tanganku agar aku ikut rebah diatas tubuhnya.

“uuuuhhhhhh” lenguh Hana saat tubuhku menindih tubuhnya, aku dapat rasakan kenyal payudaranya yg menyentuh dadaku & penisku menggesek belahan bibirnya, aku pun tak dapat lagi mnggambarkan kenikmatan ini. Saat wajahku sejajar dengan wajahnya, aku tak dapat menahan hasrat lagi untuk kembali menikmati bibirnya, kami berdua sudah benar-benar terjebak hasrat birahi. 

Sekian lama merindu, dan kini tubuh kami sudah saling tertangkup, ada rasa tersendiri yg membuat permainan kami malam ini akan terasa berbeda. Kami berdua mendesah ketika merasakan puting dada kami beradu saling menggesek, kedua tangan kami menjulur keatas sambil kedua telapak kami saling merapatkan jari jemari.

Aku merasakan hal yg berbeda dari ciuman adikku, biasanya mulutnya yg menjadi arena permainan lidah kami berdua, tapi kali ini lidah adikku mendorong lidahku keluar dari mulutnya lalu masuk kedalam mulutku, lidahnya kini mengajak lidahku berdansa dalam mulutku. Awalnya aku kaget, sedikit tersedak, namun perlahan menikmati permainan yg dilancarkan adikku.

“eemmmhhhh…..mmmmmhhhhffff….” suara kami dalam permainan mulut ini. Tak lupa decak suara ludah menambah nikmat dalam suasana erotis ini, nafas kami mulai memburu, jantungku berdegup semakin keras, perlahan peluh mulai membasahi tubuhku dan Hana tubuh kami berdua mulai meliuk-liuk penuh gairah, dinginnya malam kota ini tak mampu mendinginkan hasrat kami yg membara.

Sambil terus berpagut, adikku menurunkan tangan kanannya meraih batang penisku, kali ini aku yg terpekik. Belum sempat aku menguasai diri, jari telunjuk & jempol adikku telah membentuk huruf “O” lalu mulai mengocok penisku naik turun, sesekali jari tengah, manis & kelingkingnya menyenggol-nyenggol buah zakarku, ketika kocokannya tiba d dasar penisku.

Aku mendesah, tubuhku menggelinjang hebat, mataku merem melek, sungguh luar biasa adikku, sudah nikmat permainannya di dalam mulutku, dia tambahkan lagi pada batang penisku. “eehmmmhhh” aku berkata sambil mendesah.

Secara reflek tanganku turun membelai-belai payudara Hana, memainkan puting ceri nya, bagian tubuh adikku yg paling aku suka, tubuhnya menggelinjang, meliuk-liuk, aku sempat melirik kearah kedua melon Hana yg semakin indah dalam peluh tubuhnya yg memantulkan cahaya lampu-lampu malam kota Bandung. Aku mengakui benar-benar jatuh cinta pada payudara adikku.

“aarhhhhhhh” suara yg keluar dari mulut adikku disela pagutan kami.
Kocokan tangan Hana pada penisku benar-benar nikmat, kadang temponya lembut, lalu tiba-tiba dia percepat kocokannya hingga menimbulkan sensasi yg tak dapat aku lukiskan dgn kata-kata. Aku merasa batang penisku memanas, sepertinya sebentar lagi aku akan orgasme & aku tak sabar untuk segera keluar didepan tubuh Hana lagi, tetapi sesaat sebelum aku mencapai orgasmeku, Hana menghentikan kocokan serta ciumannya padaku, dia bangkit mendorong tubuhku diatasnya lalu memutar posisi kami hingga sekarang akulah yg rebah dikursi malas tersebut, lalu adikku kembali menjatuhkan tubuhnya diatas tubuhku namun kali ini dia berbaring dgn memunggungiku, sepertinya dia ingin memposisikan pantatnya yg montok tepat didepan penisku, lalu dia menoleh sambil kembali meraih mulutku,

melanjutkan ciuman romantis kami yg td sempat terputus. Kedua tangan adikku mencengkeram lengankayu kursi malas ini, Lalu tanpa membuang-buang waktu perlahan dia menggoyang-goyangkan pinggul terutama pantatnya sehingga batang penisku yg terletak tepat dibelahan pantatnya ikut terbawa dalam goyangan pinggul adikku.

“aaaaahhhhh…ouuuuhhh” aku meracau, aku benar-benar merasa terbang atau terjebak dalam kenikmatan ini. Hasrat orgasme yg td sempat tertunda kini naik dgn cepatnya, namun aku tak ingin mencapai puncak sendirian, aku ingin mencapainya bersama Hana, maka kedua tanganku yg bebas mulai bergerilya menuju payudara & vagina Hana, & tanpa menunggu waktu lama kini kedua organ nikmat adikku ini telah jatuh dalam permainan belaian tanganku..

“eeeermmmmmmffffffff” Dia mendesah dalam ciuman kami. Aku memilin, menarik, & mencubit pelan melon serta ceri Hana, telunjukku yg lain mengaduk-aduk vaginanya sambil sesekali memainkan klitorisnya. Tak memerlukan waktu lama, adikku melepaskan ciuman ku lalu menenggelamkan kepalanya pada bahu kiriku, lalu dia bicara diantara birahinya

“mmazzzhhh..ah…aaku…emmmhhh…emmmaaaauu keluaaarrr…eeehhhh”
“maasssh juugha dekkh..ahhh..ouhhh…barenghh” aku menimpalinya di antara permainanku.
Seperti saling mengerti, tanpa dikomando kami pun mempercepat tempo masing-masing hingga akhirnya kami berdua berteriak bersama tanda telah mencapai puncak.

“oooouuurrrrrggggghhhhh…..arrrrgghhhhhhhh” pinggul kami berkedut terlonjak bersamaaan, bahkan adikku sampai meregangkan tubuhnya kedepan, sehingga dapat kulihat cairan vaginanya menembak dahsyat, menyemprot jauh seperti water canon sebelum akhirnya kembali jatuh diatas tubuhku. sedangkan sperma ku muncrat membasahi pantat & punggung Hana.

Benar-benar hadiah kerinduan yg sangat menyenangkan, tak bisa ku lukiskan dgn kata-kata, sebulan aku & Hana absen dgn permainan cinta kami, lalu selepas berjumpa lagi, & mencapai puncak orgasme bersama-sama, ada kenikmatan yg sulit ku gambarkan, birahi yg terpendam selama ini tiba-tiba menggelegak bak badai. Inikah yg namanya Bandung Lautan Asmara? Kami terombang-ambing dalam dahsyatnya gelombang syahwat, yg lebih menambah dahsyat gelombang kenikmatan ini adalah fakta bahwa kami adalah saudara sekandung, adik kakak sedarah yg lahir dari Rahim yg sama.

Kami terengah-engah bersama, tubuh Hana masih berada dalam dekapanku. Adikku benar-benar luar biasa, sekian lama tak bermain cinta sepertinya mengubahnya menjadi serigala betina yg lapar, tadi itu pertama kalinya dia yg mengendalikan jalannya permainan kami, biasanya, dia cenderung menunggu perlakuan atau instruksi ku. Ooh Hana, apa yg terjadi kepada mu selama Mas tak ada. Suhu sekalian, pernahkan suhu melakukan permainan cinta disuasana terbuka seperti aku & Hana? Aku sarankan suhu mencobanya, ada sensasi berbeda dibandingkan bila melakukannya diruang tertutup.

Sekitar setengah jam kami terdiam dalam kelelahan kami, mataku masih terpejam sebelum adikku berbisik pelan “kita masuk yuk Mas, udah malem” ku lirik jam didalam kamar Hotel, ternyata sudah pukul sepuluh lewat dua puluh menit, gila, ternyata sudah dua jam setengah aku & Hana larut dalam permainan ini, pantas saja sekujur tubuh ku seperti bersparing partner dgn Usain Bolt.

Aku pun bangkit, kugendong tubuh adikku, tangan serta kakinya nya menyilang dileher serta pinggang ku, lalu kujatuhkan pelan diatas kasur. Dia rebahan tapi tak melepaskan tangan & kakinya dari tubuhku, sehingga aku pun ikut berbaring bersamanya. Perlahan kuraih selimut lalu kututupi tubuh telanjang kami berdua. Hana membuang pandangannya ke jendela, aku tak ingin mengusik lamunannya, jadi aku hanya berbaring diam menatap langit-langit hotel.

Lama kesunyian di antara kami berdua, aku mulai bertanya pada adikku.
“besok mulainya jam berapa kamu dek?” aku memulai pertanyaan mengenai interview kerjanya.
“jam Sembilan mas” adikku menjawab singkat, kami kembali terdiam. Aku ingin bertanya kembali mengapa dia bisa seliar itu tadi, baru mau kubuka mulut sebelum “sekarang siapa pacarnya Mas” adikku menjawab menodong.
“Gak ada dek”

“gak usah bohong”
“mas berani sumpah, mas belum punya pacar”
“terus kenapa gak pernah pulang lagi”
“sebenernya mas pengen banget pulang, tapi kamu tau mas Cuma bisa pulang pas akhir pekan, ibu sama ayah lagi ada dirumah, padahal sekalinya pulang mas pengen banget maen lagi sama kamu. Tapi gimana caranya? Lama-lama mas pusing dek, deket-deket kamu birahi mas naek terus, tapi gak bisa maen kita. Jadi mas pikir mending gak pulang sekalian” aku jelaskan panjang lebar pada Hana.
Sempat terdiam sesaat sebelum akhirnya adikku berkata lagi “Dan ngelupain semua yg udah pernah kita lakuin?”

Deggg!!! Aku shock berat mendengar kalimat sarkas tingkat tinggi ini, kata-kata luapan emosi khas orang-orang berkepribadian introvert, sekali mereka bicara maknanya dalam, kadang bikin lawan bicaranya KO sekali pukul.
“bukan begitu dek, tapi Mas….”

“Mas malem ini tidur disini ya, udah yuk kita tidur” dia memotong kata-kataku, ada nada perintah ddidalamnya, Hana tak mau mendengarkan lagi, dia merapatkan tubuhnya padaku lalu menyamping dan menaruh tangan kanannya pada dadaku. Aku hanya bisa diam mendapatkan perlakuan seperti itu, malam ini aku benar-benar dibawah kendalinya. 

Tak sampai lima menit aku sudah merasakan dia tertidur, adikku ini tipe orang yg cepat sekali tertidur, ditambah kelelahan permainan kami pasti mempercepatnya menuju dunia mimpi. Berbeda denganku yg pikirannya selalu mengawang-awang dulu sebelum tidur, aku tidak akan langsung terlelap kecuali sangat lelah atau cuaca dingin sekali.

Aku perhatikan wajah adikku yg sedang tertidur, kulihat senyum tipis dari bibirnya yg ranum merekah. Aku belai rambutnya, kusingkirkan poni-poni kecil dari wajahnya, lalu ku kecup sayang keningnya, “selamat tidur adikku sayang” TO BE CONTINUE
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

 Dapatkan Update Terbaru dari kami dengan Follow Google Berita kami

 Dapatkan Update Terbaru dari kami dengan Follow Google Berita kami